yangberlainan suku bangsa. Ketiga, pemaksaan unsur-unsur kebudayaan dari warga sebuah suku terhadap warga suku bangsa lain, dan keempat, potensi konflik yang terpendam, yang telah bermusuhan secara adat.6 Berikut ini beberapa contoh kasus konflik/ perang suku di Indonesia:7 a. Konflik Sampit Sampit adalah nama daerah di Kalimantan Tengah. Pada
Maduramerupakan sebuah pulau yang terpisah dari provinsi Jawa Timur dan memiliki kebudayaan yang berbeda dengan masyarakat Jawa Timur pada umumnya. Rumah adat suku Madura adalah salah satu bentuk kebudayaan tradisional yang dimiliki oleh suku ini.Daftar Isi [ Buka ]1. Nama Rumah Adat Suku Madura2. Sejarah dan Filosofi Rumah Adat
880(7%), Madura 690 (6%), Batak 630 (6%), suku Sunda 690 (6%), Manado 800 (7%), China 721 (7%), Buton 680 (6%), Padang 600 (6%). pertemuan unsur-unsur kebudayaan yang berbeda yang diikuti dengan percampuran unsur-unsur tersebut, namun perbedaan di antara unsur-unsur asing
HukumAdat merupakan hukum tradisional masyrakat yang merupakan perwujudan dari suatu kebutuhan hidup yang nyata serta merupakan salah satu cara pandangan hidup yang secara keseluruhannya merupakan kebudayaan masyarakat tempat hukum adat tersebut berlaku. Apabila kita melakukan studi tentang hukum adat maka kita harus berusaha
DANPOTENSI KONFLIK. BAB I. LATAR BELAKANG. Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam dan memiliki keberagaman suku,agama,ras,budaya dan bahasa daerah. Indonesia meliliki lebih dari 300 suku bangsa. Dimana setiap suku bangsa memiliki kebudayaan yang berbeda-beda antara satu dengan yang
RagamSuku Bangsa Indonesia – Indonesia terdiri dari sekitar 1.340 suku bangsa yang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. Menurut data BPS sendiri separuh atau 50% dari suku bangsa di tanah air adalah suku Jawa. Sisanya suku-suku yang mendiami wilayah Indonesia di luar Jawa seperti suku Makasar Bugis (3,68%), Batak 2.04%, Bali 1,88%, Aceh 1,4%, dan
Didalamnya terdapat unsur kebudayaan bangsa dan unsur kebudayaan asing, serta unsur kreasi baru atau hasil invensi nasional. Adat istiadat di kawasan Tapal Kuda banyak dipengaruhi oleh budaya Madura, mengingat besarnya populasi Suku Madura di kawasan ini. Adat istiadat masyarakat Osing merupakan perpaduan budaya Jawa, Madura,
MenurutKoentjaraningrat, ada 7 unsur kebudayaan yang dianggap sebagai budaya yang Secara berurutan, suku Sunda, suku Melayu, dan suku Madura menempati suku terbesar di Indonesia. Berikut ini contoh nama suku bangsa dan lokasi paling banyak ditempati. No Nama Suku Bangsa Daerah Asal 1 Aceh, Gayo,Tamiang Ulu Sangkil, Aneuk Jamee, Kluet,
MenelusuriKebudayaan Pandalungan yang ada di Kabupaten Jember sebagai wujud akulturasi budaya Jawa, dan Madura yang masih banyak dijumpai hingga saat ini serta saling berdampingan satu sama lainnya. Dari pembangunan infrastruktur itu mengakibatkan terjadinya gelombang migrasi para orang-orang suku Jawa, Madura, serta suku etnis lainnya
adadilokasi penelitian, yaitu Suku Madura. Moendardjito, mengatakan bahwa unsur budaya daerah potensial sebagai local genius karena telah teruji kemampuannya untuk bertahan sampai sekarang. Ciri-cirinya adalah: 1 Pusat Pengembangan Bahasa DEPDIKBUD, Kamus Besar Bahasa Indonesia
7SnPu. Jakarta - Suku Madura termasuk salah satu yang terbesar di Indonesia. Mereka memiliki banyak kesenian dan kebudayaan yang sudah sejak Madura sudah menyebar tinggal di Indonesia. Bahkan ada yang di luar negeri. Suku Madura mayoritas tinggal di bagian timur Jawa Timur. Jumlah yang paling banyak yakni di Situbondo, Bondowoso, sebelah timur Probolinggo, utara Lumajang, dan utara Jember. Ada juga yang tinggal di wilayah yang disebut Tapal Kuda yakni dari Pasuruan sampai utara 8 kebudayaan suku Madura yang perlu diketahui 1. Karapan SapiKarapan Sapi adalah budaya suku Madura yang digelar setiap tahun pada bulan Agustus atau September. Pada perlombaan ini, sepasang sapi menarik semacam kereta dari kayu dipacu dalam lomba adu cepat melawan pasangan-pasangan sapi lain. Trek pacuan tersebut biasanya sekitar 100 pacuan dapat berlangsung sekitar sepuluh detik sampai satu menit. Beberapa kota di Madura menyelenggarakan karapan sapi pada bulan Agustus dan September setiap tahun. Final pertandingan itu pada akhir September atau Oktober di eks Kota Karesidenan, Pamekasan untuk memperebutkan piala bergilir presiden. Kini piala itu berganti nama menjadi piala CluritSuku Madura memiliki senjata tradisional khas yang disebut clurit. Bentuk Clurit mirip dengan arit di suku Jawa yang biasa digunakan untuk bertani dan berkebun. Bedanya, clurit dari Madura lebih ramping dengan lingkar lengkung yang lebih tipis. Ujung clurit juga lebih lancip. Gagang clurit terbuat dari besi atau CarokBudaya suku Madura berikutnya yakni tradisi carok. Carok adalah duel sampai mati dengan menggunakan senjata tajam yakni celurit. Orang Madura memiliki watak keras dan mengedepankan harga diri. Karena itu, masalah diselesaikan dengan cara biasanya terjadi menyangkut masalah-masalah terkait kehormatan atau harga diri bagi orang Madura, seperti perselingkuhan dan harkat martabat atau kehormatan keluarga. Meski mayoritas suku Madura beragama Islam namun secara individual banyak yang masih memegang tradisi Haji Tujuan AkhirBudaya Suku Madura lainnya yakni haji sebagai tujuan akhir. Suku Madura dikenal hemat dan ulet dalam berusaha, bekerja, atau berdagang. Meski gajinya kecil namun mereka menyisihkan sedikit penghasilannya untuk simpanan naik haji di Madura masih menjadi kebanggaan tersendiri. Bahkan mereka lebih mengutamakan Lebaran Haji dibanding Lebaran Idul Fitri. Suku Madura tidak akan pulang kampung pada Lebaran Idul Fitri. Mereka akan pulang kampung pada Lebaran ToktokTradisi Toktok adalah kompetisi aduan sapi. Dua sapi saling berhadapan dan saling seruduk. Sapi yang diadu biasanya sapi jantan. Kedua sapi beradu kekuatan hingga salah satu menyerah bahkan lari dari Toktok ini harus didampingi wasit. Namun tidak sembarang orang bisa menjadi wasit. Sebab hal itu akan membahayakan orang yang sedang RokatRokat adalah upacara petik laut yang biasa disebut Rokat Tase. Tradisi ini merupakan ungkapan rasa syukur atas karunia dan nikmat yang diberikan oleh Tuhan Tradisi ini juga dipercaya dapat memberikan keselamatan dan kelancaran rokat dimulai dengan acara pembacaan istighosah dan tahlil bersama masyarakat dengan dipimpin pemuka agama. Setelah itu, masyarakat menghanyutkan sesaji ke laut sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan. Isi dari sesaji itu adalah tumpeng, ketan berwarna-warni, dan MondokMayoritas suku Madura beragama Islam. Madura memiliki ratusan pondok pesantren Islam. Sudah menjadi kebiasaan suku Madura untuk menyekolahkan anak-anaknya ke pondok pesantren. Suku Madura beranggapan ilmu agama lebih penting daripada ilmu dunia. Mereka menyebutnya dengan istilah mondok daripada menyekolahkan anak-anak ke sekolah-sekolah suku Madura terbiasa melepas anak-anak untuk mondok sejak usia kecil. Anak-anak mondok tidak hanya di sekitaran pulau Madura tetapi hingga ke wilayah-wilayah Jawa Timur berbasis pondok pesantren Patuh pada KiaiKebudayaan suku Madura lainnya yakni patuh pada kiai. Kebiasaan mondok dan keteguhan pada ajaran Islam membuat suku Madura tunduk dan patuh pada kiai. Kiai merupakan sosok yang sangat dihormati oleh orang suku Madura. Bahkan ada pepatah, sejahat-jahatnya orang Madura, mereka akan tetap patuh dan tidak berani melawan kiai dan guru. Simak Video "Perjalanan Menuju Tempat Karapan Sapi di Kota Palu" [GambasVideo 20detik] nwy/erd
Bahasabahasa yang dominan di Tana Toraja, dengan Bahasa Toraja diucapkan dan tidak memiliki sistem tulisan. Untuk menunjukkan konsep keagamaan dan sosial, suku Toraja membuat kayu dan menyebutnya Pa’ssura tulisan. Oleh karena itu, ukiran kayu merupakan perwujudan budaya Toraja oleh masyarakat, akan tetapi bahasa Toraja pun diajarkan di semua sekolah dasar di Tana dialek bahasa yang Bahasa Toraja adalah utama. Bahasa Indonesia sebgai Bahasa Nasional adalahbahasa resmi dan digunakanRagam bahasa di Toraja antara lain Kalumpang, Tae’, Talondo’, Toala’, dan Toraja-Sa’dan, dan termasuk dalam rumpun bahasa Melayu-Polinesia dari bahasa Austronesia . Pada mulanya, sifat geografis tanaToraja yang terisolasi membentuk banyak dialek dalam bahasa Toraja itu sendiri. Setelah adanya pemerintahan resmi di Tana Toraja, beberapa dialek Toraja menjadi pengaruh oleh bahasa lain melalui proses transmigrasi, yang diperkenalkan sejak masa penjajahan. Hal itu adalah penyebab utama dari keragaman dalam bahasa toraja2. Sistem Pengetahuan Masyarakat Toraja mempunyai sistem pengetahuan waktu yang berhubungan dengan hari yang baik atau bulan yang baik. Dalam kehidupan masyarakat Toraja dikenal 3 waktu 1. Pertanam Setahun Padi 2. Sang Bulan 30 hari 3. Sang Pasa Sepekan 3. sistem kemasyarakatan organisasi dan sosialStruktur PemerintahanPada awalnya pemerintah yang ada di Tanah Toraja bersifat kerajaan yang dipimpin langsung oleh seorang raja seperti Raja Sangalla. Kemudian setelah Indonesia merdeka Tanah Toraja menjadi bagian dari Indonesia. Untuk sementara ini pemerintahan bersifat otoda Otonomi Daerah.Desentralisasi dan Otonomisasi daerah Otoda harus diakui adalah sebuah proses yang bertolak belakang dari sentralisasi kekuasaan yang otoriter. Sentralisme kekuasaan dalam tangan penguasa yang otoriter telah menguasai masyarakat nusantara yang majemuk yang hidup di berbagai kepulauan nusantara yang bertaburan di atas samudra. Masyarakat nusantara mengalami perlakuan yang tidak adil. Jalan keluar dari ketidakadilan adalah desentralisasi kekuasaan dan otonomisasi daerah. Dengan kata lain, otoda adalah anak kandung dari usaha untuk memerangi ketidakadilan dan usaha untuk mengendorkan kuatnya matarantai kekuasaan otoriter yang membelenggu rakyat atau masyarakat nusantara. adalah kelompok sosial dan politik utama dalam suku Toraja. Setiap desa adalah suatu keluarga besar. Setiap tongkonan memiliki nama yang dijadikan sebagai nama desa. Keluarga ikut memelihara persatuan desa. Pernikahan dengan sepupu jauh sepupu keempat dan seterusnyaadalah praktek umum yang memperkuat hubungan Toraja melarang pernikahan dengan sepupu dekat sampai dengan sepupu ketiga kecuali untuk bangsawan, untuk mencegah penyebaran kekerabatan berlangsung secara timbal balik, dalam artian bahwa keluarga besar saling menolong dalam pertanian, berbagi dalam ritual kerbau, dan saling membayarkan adanya pemerintahan resmi oleh pemerintah kabupaten Tana Toraja, masing-masing desa melakukan pemerintahannya sendiri. Dalam situasi tertentu, ketika satu keluarga Toraja tidak bisa menangani masalah mereka sendiri, beberapa desabiasanya membentuk kelompok; kadang-kadang, bebrapa desa akan bersatu melawan desa-desa lain Hubungan antara keluarga diungkapkan melalui darah, perkawinan, dan berbagi rumah leluhur tongkonan, secara praktis ditandai oleh pertukaran kerbau dan babi dalam ritual. Pertukaran tersebut tidak hanya membangun hubungan politik dan budaya antar keluarga tetapi juga menempatkan masing-masing orang dalam hierarki sosial siapa yang membungkus mayat dan menyiapkan persembahan, tempat setiap orang boleh atau tidak boleh duduk, piring apa yang harus digunakan atau dihindari, dan bahkan potongan daging yang diperbolehkan untuk masing-masing orang. Kelas sosialDalam masyarakat Toraja awal, hubungan keluarga bertalian dekat dengan kelas sosial. Ada tiga tingkatan kelas sosial bangsawan, orang biasa, dan budak perbudakan dihapuskan pada tahun 1909 oleh pemerintah Hindia Belanda. Kelas sosial diturunkan melalui ibu. Tidak diperbolehkan untuk menikahi perempuan dari kelas yang lebih rendah tetapi diizinkan untuk menikahi perempuan dari kelas yang lebih tingi, ini bertujuan untuk meningkatkan status pada keturunan berikutnya. Sikap merendahkan dari Bangsawan terhadap rakyat jelata masih dipertahankan hingga saat ini karena alasan martabat keluarga. Sistem Teknologi dan PeralatanPada masyarakat Toraja terdapat bermacam-macam teknologi yang digunakan seperti Alat Dapur La’ka sebagai alat belanga Pesangle yaitu sendok nasi dari kayu Karakayu yaitu alat pembagi nasi Dulang yaitu cangkir dari tempurung Sona yaitu piring anyaman Perang / Senjata Kuno Doke atau tombak untuk alat perang dan berburu Penai yaitu parang Bolulong yaitu perisai Perhiasan Beke – ikat kepala Manikkota – kalung Komba – gelang tangan Sissin Lebu – cincin besar Upacara Keagamaan Pote – tanda berkabung untuk pria dan wanita Tanduk Rongga – Perhiasan dikepala Pokti – tempat sesajen Sepui – tempat sirih Musik Tradisional Geso – biola Suling Toraja Sistem Mata Pencaharian Hidup Masyarakat Toraja banyak yang memiliki sawah sehingga sebagian besar penduduk Toraja bermata pencaharian sebagai petani. Dalam rumah tangga bagi orang suku toraja suami dan isteri sama-sama mencari nafkah, seperti dalam pertanian kalau suami mencangkul disawah adalah kewajiban isteri masa Orde Baru, ekonomi Toraja bergantung pada pertanian dengan adanya terasering di lereng-lereng gunung dan bahan makanan pendukungnya adalah singkong dan jagung. Banyak waktu dan tenaga dihabiskan suku Toraja untuk berternak kerbau, babi, dan ayam yang dibutuhkan terutama untuk upacara pengorbanan dan sebagai makanan. Satu-satunya industri pertanian di Toraja adalah pabrik kopi dimulainya Orde Baru pada tahun 1965, ekonomi Indonesia mulai berkembang dan membuka diri pada investasi asing. Banyak perusahaan minyak dan pertambangan Multinasional membuka usaha baru di Indonesia. Masyarakat Toraja, khususnya generasi muda, banyak yang berpindah untuk bekerja di perusahaan asing. Mereka pergi ke Kalimantan untuk kayu dan minyak, ke Papua untuk menambang, dan ke kota-kota di Sulawesi dan Jawa. Perpindahan ini terjadi sampai tahun 1985. Mata PencaharianPara perajin parang tersebar di berbagai wilayah Toraja. Namun kalau Anda ingin melihat proses pembuatannya, maka datanglah pada hari pasaran 6 hari sekali yang digelar di Rantepao. Hari pasaran ini merupakan pasar terluas di Toraja, dengan keistimewaan perdagangan kerbau dan babi yang sangat besar. Sistem Religi dan Upacara KeagamaanSistem Religi mayoritas suku Toraja memeluk agama Kristen, sementara sebagian menganut Islam dan kepercayaan animisme yang dikenal sebagai Aluk To Dolo. Pemerintah Indonesia telah mengakui kepercayaan ini sebagai bagian dari Agama Hindu Dharma. AgamaSistem kepercayaan tradisional suku Toraja adalah kepercayaan animisme politeistik yang disebut aluk, atau "jalan" kadang diterjemahkan sebagai "hukum". Dalam mitos Toraja, leluhur orang Toraja datang dari surga dengan menggunakan tangga yang kemudian digunakan oleh suku Toraja sebagai cara berhubungan dengan Puang Matua, dewa semesta, menurutaluk, dibagi menjadi dunia atas Surga dunia manusia bumi, dan dunia awalnya, surga dan bumi menikah dan menghasilkan kegelapan, pemisah, dan kemudian muncul cahaya. Hewan tinggal di dunia bawah yang dilambangkan dengan tempat berbentuk persegi panjang yang dibatasi oleh empat pilar, bumi adalah tempat bagi umat manusia, dan surga terletak di atas, ditutupi dengan atap berbetuk pelana. Dewa-dewa Toraja lainnya adalah Pong Banggai di Rante dewa bumi Indo' Ongon-Ongon dewi gempa bumi, Pong Lalondong dewa kematian, Indo' Belo Tumbang dewi pengobatan, dan lainnya. Pada masyarakat Suku Tana Toraja, upacara pemakaman adalah ritual yang paling penting. Ritual ini biasanya dilakukan oleh keluarga bangsawan secara besar-besaran. Pesta pemakaman seorang bangsawan bisa dihadiri oleh ribuan orang serta dapat berlangsung selama lebih dari satu prosesi pemakaman disiapkan di padang rumput. Musik-musik, nyanyian pengiring, puisi, dan tangisan merupakan ekspresi duka cita yang dilakukan oleh suku Toraja, tetapi semua itu tidak berlaku untuk pemakaman anak-anak, orang miskin, dan orang kelas rendah. Upacara pemakaman ini digelar setelah Pada masyarakat Suku Tana Toraja, upacara pemakaman adalah ritual yang paling penting. Ritual ini biasanya dilakukan oleh keluarga bangsawan secara besar-besaran. Pesta pemakaman seorang bangsawan bisa dihadiri oleh ribuan orang serta dapat berlangsung selama lebih dari satu prosesi pemakaman disiapkan di padang rumput. Musik-musik, nyanyian pengiring, puisi, dan tangisan merupakan ekspresi duka cita yang dilakukan oleh suku Toraja, tetapi semua itu tidak berlaku untuk pemakaman anak-anak, orang miskin, dan orang kelas rendah. Upacara pemakaman ini digelar setelah KesenianSungguh suatu karunia bahwa tak hanya tradisi dan alam Toraja yang menakjubkan, karena dalam kehidupan sehari-hari jiwa seni penduduk Toraja tampak kuat terpancar. Sehingga tak aneh di perkampungan maupun tempat-tempat obyek wisata pemakaman, selalu terlihat beberapa pusat kerajinan yang menawarkan cita rasa seni kesenian yang ada di Toraja diantaranya adalah Tenun Ikat. Desa To’ Barana’ di Sa’dang, di mana masih terlihat beberapa ibu-ibu tua yang asyik memintal kapas dan menenun benang. Ketekunan para perempuan tua itu sayangnya bakal punah kalau tidak dilanjutkan oleh orang-orang muda. Memang harus diakui keterampilan menenun membutuhkan kesabaran lebih, karena prosesnya menggunakan alat tradisional dan membutuhkan waktu yang cukup lama, berbilang bulan untuk sebuah kain tenun yang panjang dan cantik. Kain tenun yang agak lebar dan bisa digunakan untuk selendang maupun hiasan dinding bernilai sekitar Rp. Ukir Kayu. Pemahat tau’-tau’ dalam ukuran besar maupun kecil, serta beragam ukiran bisa ditemui tak hanya di Desa Kete’ Kesu, namun juga di Londa. Meski seringkali para perajin ini tidak sepenuhnya menggantungkan hidupnya dari membuat karya seni, namun mereka akan senang hati menerima pesanan beragam barang. Kerajinan buatan mereka biasanya juga dipasarkan di tempat-tempat lainnya di Toraja. a. Rumah adat kebudayaan tana toraja Rumah tradisional khas kebudayaan tator disebut Tongkonan, berasal dari Tongko yang berarti duduk". Rumah ini merupakan pusat pemerintahan kekuasaan adat, dan perkembangan kehidupan sosial budaya masyrakat dalam kebudayaan tana toraja. Dalam kebudayaan tana toraja , ada tiga jenis rumah tongkonan , pertama tongkonan merupakan tempat kekuasaan tertinggi yang digunakan sebagai pusat pemerintahan , kedua tongkonan pekamberan merupakan milik anggota keluarga yang memiliki wewenang tertentu dalam adat dan tradisi lokal. terakhir tongkonan batu khusus anggota keluarga biasa Keunikan ukiran dan pahatan asal tana toraja Suku tana toraja menggunakan ukiran untuk menunjukkan konsep keagamaan dan sosial. ukiran dari kayu ini juga merupakan wadah berkomunikasi orang toraja karena bahasa toraja hanya di ucapkan dan tidak memiliki sistem tulisan. Seni pahat dapat dilihat dalam rumah tongkonan salah satu hasil seni pahat dalam kebudayaan tana toraja adalah adalah kabongo yaitu kepala kerbau yang dipahat dari kayu cendana atau nangka dan dilengkapi tanduk kerbau asli. Tempat wisata di tana torajaKe'te kesu dan Londa adalah tempat perkuburan alam purba berdingding batu berupa gua. gua-gua di ke'te kasu dan Londa bisa mencaai 1000m .Gua tersebut penuh dengan tulang dan tengkorak para leluhur dan tau-tau . Tau-tau merupakan pertanda bahwa setelah sekian banyak putra-putra toraja terbaik yang di maksud melalui upacara adat tertinggi di wilayah tana toraja. Berbagai macam obyek yang menarik baik secara langsung diciptakan oleh-Nya maupun secara sengaja dibuat oleh orang-orang yang memiliki cita rasa di bidang seni yang tinggi tentang budayanya sendiri,salah satu obyek wisata yang menarik adalah “Batutumonga”, Batutumonga adalah salah satu objek wisata alam yang ada di Toraja. Di Batutumonga kita dapat refreshing sejenak dan menikmati keindahan alam yang masih alami. Batutumonga terletak di kaki gunung sesean, tidak heran jika cuacanya sangat segar, dan bebas da Pekuburan Batu Lemo, tempat ini dianggap masyarakat Tana Toraja sebagai rumah para arwah. Di sini Anda dapat melihat mayat yang disimpan di tengah bebatuan yang curam. Ada puluhan makam unik yang berjejerlam satu lingkaran dengan 4 pohon di bagian tengahnya. Batu menhir ini memiliki ketinggian sekitar 2-3 meter. Dari sini Anda pun dapat melihat keindahan Rantepau dan lembah sekitarnya karena berada di daerah Sensean dengan ketinggai 1300 polusi. Alat Musik TradisionalAlat musik tradisional Toraja, adalah suling bambu yang disebut Pa'suling. Suling berlubang enam ini dimainkan dalam tarian Ma'bondensan. Alat ini dimainkan bersama sekelompok pria yang menari bertelanjang dada dan berkuku jari panjang. Alat musik lainnya yang digunakan adalah Pa'pelle yang dibuat dari daun palem dan dimainkan saat panen dan upacara pembukaan rumah. Tariandapat Anda lihat biasanya saat upacara penguburan. Tarian ini untuk menunjukkan rasa duka cita sekaligus menghormati dan menyemangati arwah. Sekelompok pria membentuk lingkaran dan menyanyikan lagu sepanjang malam untuk menghormati almarhum Ma'badongKemudian di hari kedua pemakaman, tarian prajurit Ma'randing ditampilkan untuk memuji keberanian almarhum semasa hidupnya. Anda akan melihat beberapa pria menari dengan pedang, prisai besar dari kulit kerbau, helm tanduk kerbau, dan berbagai hiasan ornamen lainnya. Tarian Ma'randing mengawali prosesi ketika jenazah dibawa dari lumbung padi menuju rante, tempat upacara pemakaman. Selama upacara, para perempuan dewasa melakukan tarian Ma'katia sambil bernyanyi dan mengenakan kostum baju berbulu. Tarian Ma'akatia bertujuan untuk mengingatkan orang pada kemurahan hati dan kesetiaan yang meninggal. Setelah penyembelihan kerbau dan babi, ada tarian dimana sekelompok anak lelaki dan perempuan bertepuk tangan sambil melakukan tarian ceria yang disebut Ma'dondan. Ada juga tarian Ma'bugi yang dilakukan untuk merayakan Pengucapan Syukur dan tarian Ma'gandangi yang ditampilkan saat menumbuk beras. Tarian Manimbong dilakukan pria dan kemudian diikuti oleh tarian Ma'dandan oleh wanita. Agama Aluk mengatur kapan dan bagaimana suku Toraja menari. Sebuah tarian yang disebut Ma'bua hanya bisa dilakukan 12 tahun sekali yaitu saat pemuka agama mengenakan kepala kerbau dan menari di sekeliling pohon suci.
- Inilah 7 unsur kebudayaan daerah madura, pembahasan tentang aneka hal yang erat kaitannya dengan 7 unsur kebudayaan daerah madura serta keajaiban-keajaiban dunia sejumlah artikel penting tentang 7 unsur kebudayaan daerah madura berikut ini dan pilih yang terbaik untuk Anda.…telah diungkapkan di muka, kebudayaan materi merupakan kebudayaan yang mampu bertahan lama. Makna yang diberikan oleh pendukungnya dapat saja terlupakan karena kebudayaan itu tetap berlangsung sedangkan pendukungnya sendiri telah meninggal….…Ditinjau dari sudut teori, penelitian sejumlah bidang ilmu sekarang ini dimulai dengan membedakan dua wilayah kebudayaan materi, yaitu kebudayaan materi yang diperlakukan sebagai teks dan kebudayaan materi sebagai kebudayaan materi….…lama mengabdi di Kadiri Raden Wijaya kemudian mengusulkan untuk membuka daerah tarik daerah Sidoarjo menjadi hutan perburuan bagi Prabu Jayakatwang yang suka berburu. Usul tersebut segera disetujui tanpa curiga. Daerah……di Kabupaten Lebak, para pemeluk “Agama Kuring” di daerah Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, dll. Jumlah pemeluknya di daerah Cigugur sekitar orang. Bila para pemeluk di daerah-daerah lain ikut dihitung,…… Kekayaan Bumi Alam Nusantara Daerah-daerah Sungaidareh dan Batanghari di Jambi adalah daerah penghasil merica/lada yang terpenting diseluruh dunia pada masa Th. 500 – 1000 M. Kemudian daerah merica terpenting… – Geguritan dalam bahasa Jawa beserta unsur instrinsiknya memang menarik dipelajari. Sebagai negara dengan kekayaan budaya yang begitu besar, Indonesia memang menyisakan banyak sekali unsur-unsur budaya yang bagus diketahui,……mengenal 2 istilah kebudayaan, yaitu kebudayaan bangsa dan kebudayaan nasional. Kebudayaan bangsa adalah kebudayaan-kebudayaan lama dan asli yang terdapat di daerah-daerah di seluruh Indonesia. Sementara itu, kebudayaan nasional didefinisikan sebagai……satu kebudayaan dan tempat yang sama. Mereka mengungsi ke daerah yang sekarang kita kenal dengan Amerika, India, Eropa, Australia, Cina, dan Timur Tengah. Mereka membawa ilmu pengetahuan-teknologi dan kebudayaan Atlantis……besar yang terdiri dari Sumatera, Jawa, Madura dan Kalimantan. Sedangkan Sunda Kecil merupakan gugusan pulau Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Sumba, dan Timor. Daerah Kepulauan Sunda kecil ini dikenal sebagai daerah…Demikianlah beberapa ulasan tentang 7 unsur kebudayaan daerah madura. Jika Anda merasa belum jelas, bisa juga langsung mengajukan pertanyaan kepada MENARIK LAINNYApolo artinya dalam bahasa Jawa, kuku perkutut, Java tel aviv, kayu tlogosari, orang terkaya di dharmasraya, naskah drama bahasa sunda 10 orang, sunan pangkat, tokoh wayang berdasarkan weton, penguasa gaib pulau sumatera, Ki sapu angin