Kiprahpolitik Salahuddin Al Ayyubi bersama pamannya berawal pada bidang - 39991972 ahmadilhamm ahmadilhamm 01.04.2021 Sejarah Sekolah Menengah Pertama terjawab Kiprah politik Salahuddin Al Ayyubi bersama pamannya berawal pada bidang a. Kemiliteran b. Perekonomian c. Pendidikan d. Keagamaan 1 Lihat jawaban Iklan Iklan okigunawansahrambe Wikipedia Jamaluddin al-Afghani. Gerakan Tajdid adalah gerakan pembaruan dalam ajaran Islam yang sebelumnya telah terpengaruh dengan bidah, takhayul, dan khurafat.. Tajdid diambil dari bahasa Arab yang artinya terbaru atau manjadi baru. Kata ini kemudian dijadikan jargon dalam gerakan pembaruan Islam agar terlepas dari bidah, takhayul dan khurafat. Ia menaklukannya dengan kasih sayang dan ketulusan." Dilansirdari Ensiklopedia, salahuddin yusuf al-ayyubi meninggal pada tahun 1193m. Itulah tadi jawaban dari Salahuddin Yusuf al-ayyubi meninggal pada tahun? , semoga membantu. Kemudian, Pak Guru sangat menyarankan siswa sekalian untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu yang membedakan manusia dengan hewan adalah karena manusia dengan Kiprahpolitik Salahuddin Al Ayyubi bersama pamannya berawal pada bidang a. Kemiliteranb. Perekonomianc. Pendidikand. Keagamaan Bantu jawab soal saya dong kk Toleransu sering disebut juga tasamuh yaitu saling menghargai menerima keragaman budaya dan perbedaan berekspresi dari deskripsi di atas, prilaku menc erminkan toleransi kehidupan Dilansirdari Ensiklopedia, untuk mengawali karirnya di bidang politik, salahuddin al ayubi mendampingi pamannya asadudin syirkuh ketika mengadakan ekspedisi ke mesir. March 18, 2022 Less than a minute SalahuddinYusuf Al Ayyubi memerintah pada tahun.. Jawabannya adalah "1171 Masehi". Penjelasan: Shalahuddin al-Ayubi ialah salah satu tokoh luar biasa dalam Islam, ia adalah sosok yang berhasil merebut kembali Yerusalem dari invasi tentara salib. Sebelum hal itu terjadi, tentara salib terlebih dahulu berniat menginvasi Mesir dengan memanfaatkan Kerajaan Yerusalem yang ingin memperkuat ViewSalahuddin Al AA 1Salahuddin Al Ayyubi Yusuf bin Najmuddin al-Ayyubi adalah seorang jenderal dan pejuang muslim Kurdi dari Tikrit (daerah utara Irak saat ini). Ia mendirikan Disisi lain cerita permasalahan internal Yerusalem, ternyata ada seorang pemimpin Muslim bernama Salahuddin Al Ayyubi yang mempunyai pasukan lebih "rame", dan kalau dipahami, sebenarnya Salahuddin inilah pemimpin dan pengawas di atas raja Baldwin IV tadi. Nyatanya, kota suci Yerusalem dibiarkan dalam kepemimpinan Sang Raja, asalkan para Muslim Salahuddinal-Ayyubi yang lebih dikenal dengan nama Saladin. Salahuddin sangat terkenal dengan keberaniannya dalam memimpin perang Salib (antara tentara muslim dengan Kristen). Kalau kita berkunjung ke Mesir, maka pandangan kita akan tertuju ke perbukitan Mesir, dan di sana ada menara Salahuddin al-Ayyubi. Ada masjid dengan sejunlah menara yang tinggi. Ada juga tembok untuk pengairan air untuk ivfFV. Jawaban 1169Penjelasan 1169-1171 Vizier untuk Dinasti Fatimiyah1171-1174 Pemimpin Mesir dalam masa transisi mengubah Fatimiyah ke Ayubiyah dan masih dibawah naungan Kekhalifahan Abbasiyah serta Kekaisaran Seljuk1174-1193 Sultan untuk Dinasti Ayubiyah ilustrasi potret Shalahuddin Yusuf Al Ayyubi Теве, Андре, Public Domain, via Wikimedia Commons Shalahuddin Yusuf Al Ayyubi merupakan khalifah pertama sekaligus pendiri Dinasti Ayyubiyah. Selama masa pemerintahannya, ia dikenal memiliki kepribadian yang bijaksana dan tegas dalam menentukan langkah kehidupannya. Sikap ini juga ia terapkan selama masa pemerintahan, sehingga menjadi sosok pemimpin sekaligus panglima yang disegani oleh prajurit serta juga merupakan khalifah yang berpikiran maju. Terdapat kemajuan dan pembaharuan dari berbagai bidang yang ia lakukan. Mulai dari penguasaan Baitul Maqdis, menyokong perkembangan ilmu pengetahuan, serta sebagai cikal bakal pendirian madrasah dan rumah sakit di wilayahnya. Seperti apa kehidupan dan sistem pemerintahannya?. Berikut kisah dari Shalahuddin Yusuf Al Ayyubi, seorang pemimpin dalam sejarah Islam sekaligus panglima perang dalam sejarah perkembangan Biografi singkat Shalahuddin Yusuf Al Ayyubiilustrasi potret Shalahuddin Yusuf Al Ayyubi Unknown author, Public Domain, via Wikimedia CommonsShalahuddin Yusuf Al Ayyubi memiliki nama asli Abul Muzhaffar Yusuf bin Najmuddin Ayyub bin Syadzi. Ia lahir pada tahun 1137 M di sebuah benteng daerah Tikrtit, suatu wilayah di tempat ayahnya menjabat sebagai seorang pemimpin. Shalahuddin memiliki garis keturunan dari seorang pemimpin besar dan suku terhormat, yaitu suku Rawadiyyah dari kawasan kecilnya ia mendapatkan pendidikan yang baik, tak heran jika pada masa dewasanya menjadi seorang pemimpin yang menggunakan segenap ilmu pengetahuannya untuk mengatur tatanan pemerintahan. Bermula mendapatkan amanah sebagai pemimpin keamanan di wilayah Mesir, perdana menteri Kekhalifahan Dinasti Fatimiyah, kemudian dipercaya mendirikan Dinasti Pendiri Dinasti Ayyubiyahilustrasi masyarakat Dinasti Ayyubiyah FaktaSalahuddin Yusuf Al Ayyubi merupakan pendiri sekaligus khalifah yang berhasil membawa Dinasti Ayyubiyah pada puncak kejayaan. Setelah khalifah terakhir pada Dinasti Fatimyah, Khalifah Al Adid wafat pada tahun 1171 M, Salahuddin berkuasa penuh untuk menjalankan peran keagamaan dan politik. Sejak itu Dinasti Ayyubiyah berkuasa hingga sekitar 75 tahun menjalankan pemerintahannya, ia dibantu oleh keluarganya untuk melakukan ekspansi ke berbagai wilayah. Seperti, saudaranya dikirim ke Yaman pada tahun 1173 M, ponakannya bernama Taqiyuddin diperintahkan untuk melawan tentara Salib di Dimyat, dan pamannya bernama Syihabuddin diberi kekuasaan untuk menduduki salah satu kota di Mesir. Sehingga, Salahuddin berhasil menyatukan negara-negara muslim dan berhasil menguasai Damaskus, Aleppo, dan Mousul pada tahun 1174 sampai 1186 Disebut sebagai pembaharu Mesirilustrasi potret Shalahuddin Yusuf Al Ayyubi FaktaSelain melakukan ekspansi wilayah, Salahuddin Yusuf Al Ayyubi juga melakukan penataan terhadap sistem pemerintahan. Seperti mengembalikan mazhab Sunni, mendirikan madrasah-madrasah yang menganut mazhab Syafi'i dan mazhab Maliki, mengganti pegawai pemerintahan yang melakukan korupsi, serta memecat pegawai yang bersekongkol dengan penjahat dan dalam menata pemerintahan, Salahuddin dianggap sebagai pembaharu Mesir. Ia juga diberi gelar oleh Khalifah Al Mustadi dari Dinasti Abbasiyah yaitu al Mu’izz li Amiiril mu’miniin yang berarti "penguasa yang mulia". Setelahnya, Khalifah Al Mustadi juga menyerahkan Mesir, an-Naubah, Yaman, Tripoli, Suriah dan Maghrib sebagai wilayah kekuasaannya pada tahun 1175 M. Sejak itu, ia juga disebut sebagai Sultanul Islam Wal Muslimiin atau "Pemimpin Umat Islam dan Kaum Muslimin".4. Terlibat dalam Perang Salib dan kuasai Baitul Maqdis ilustrasi potret pasukan muslim pada Perang Salib FaktaPerang Salib terjadi disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari agama, politik, sosial, dan ekonomi. Salahuddin Yusuf Al-Ayyubi merupakan salah satu panglima yang terlibat dalam perang ini. Di bawah kekuasaannya, Baitul Maqdis berhasil dikuasai oleh umat dikuasainya Baitul Maqdis, ia juga kembali menguasai sebagaian besar wilayah yang masih dalam penguasaan kaum salib. Momen jatuhnya Baitul Maqdis pada umat muslim bertepatan dengan malam isra’ mi’raj yaitu 27 Rajab 538 H. 5. Menyokong ilmu pengetahuan Dinasti Ayyubiyahilustrasi sedang membaca Al-Qur'an GhatashehTidak hanya fokus pada penguasaan wilayah, Salahuddin Yusuf Al Ayyubi juga memajukan pendidikan di negerinya. Dalam mengembalikan mazhab Sunni, ia melakukannya melalui pendidikan. Salahuddin menaruh perhatiannya terhadap pemeliharaan pokok-pokok akidah Islam yang sesuai dengan mazhab Sunni. Pada masa Salahuddin, kota Syria merupakan kota pendidikan yang besar. Terdapat sekitar 20 madrasah di Kairo, salah satunya akademi Ash Shalahiyah. Upaya pembangunan madrasah juga dilakukan di wilayah lain, melalui berbagai kerjasama dengan para ulama mazhab Sunni yang saat itu berbondong-bondong datang ke Mesir .6. Juga fokus pada bidang kesehatan dan arsitekturilustrasi potret benteng di masa Shalahuddin Yusuf Al Ayyubi di Mesir Zahra2123, Creative Commons Attribution-Share Alike via Wikimedia CommonsPada masa pemerintahannya, Salahuddin Yusuf Al Ayyubi juga mendirikan beberapa rumah sakit di Kairo. Ia merancang bangunan rumah sakit mengikuti model Rumah Sakit Nuriyah di Damaskus. Meski sebelumnya pemerintah pada masa dinasti Iksidiyah sudah mendirikan lembaga dengan fungsi yang sama, pembangunan rumah sakit akan memberi manfaat lebih baik untuk masyarakat. Selain bangunan kesehatan, pada masa pemerintahannya juga menunjukkan kemajuan di bidang arsitektur. Terdapat benteng Kairo yang dibangun pada tahun 1183 M menggunakan batu-batu alam yang berbentuk balok, serupa dengan yang dipakai pada bangunan piramida. Konstruksi pada bangunan terlihat mirip dengan benteng-benteng pertahanan Normandia yang terdapat di Keistimewaan Shalahuddin Yusuf Al Ayyubiilustrasi potret Shalahuddin Yusuf Al Ayyubi Michel Bakni, Public Domain, via Wikimedia CommonsSetiap manusia tentu memiliki berbagai kelebihan, begitu pun dengan Shalahuddin Yusuf Al Ayyubi. Bukan hanya sebagai seorang khalifah dan panglima perang, ia juga memiliki sikap baik yang bisa kita dengan ketakwaannya kepada Allah SWT. Dimana ia memiliki akidah yang kuat, ketakwaannya dalam menjalankan Rukun Islam, kegemarannya dalam membaca dan mendengarkan bacaan Al-Qur'an dan Hadist Nabi, tak lupa selalu mengagungkan syiar agama. Sikap baik ini sudah ditanamkan dalam dirinya sejak kecil yang gemar menuntut ilmu dan mempelajari pengetahuan baru dari lingkungan yang ia juga dikenal sebagai pemimpin yang adil dan murah hati. Dibuktikan dengan semangatnya mendirikan madrasah dan rumah sakit untuk mempermudah dan memberdayakan masyarakat yang berada di wilayahnya. Kontribusinya dalam Perang Salib dan mendamaikan pemberontakan di awal kepemimpinan, juga menggambarkan sikapnya yang pemberani sekaligus cinta perjuangan untuk agama kisah singkat dari Shalahuddin Yusuf Al Ayyubi. Seorang panglima perang Islam yang juga memilih berkontribusi untuk menegakkan peradaban Islam pada masa Dinasti Ayyubiyah. Baca Juga Kisah Khalifah Abdullah Al Makmun, Puncak Kejayaan Bani Abbasiyah IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis. Daripada Wikipedia, ensiklopedia bebas. Ṣalāḥ al-Dīn Yūsuf ibn Ayyūb Sultan Mesir dan Syria Patung Salahuddin al-Ayyubi di Damsyik. Pemerintahan 1174–1193 Pertabalan 1174, Kaherah Nama penuh Ṣalāḥ ad-Dīn Yūsuf ibn Ayyūb Dimakamkan Masjid Umayyad, Damsyik, Syria Pendahulu Nur ad-Din Zangi Pengganti Al-Afdal Syria Al-Aziz Uthman Mesir Dinasti Ayubiyyah Ayahanda Najm ad-Dīn Ayyūb Agama Sunni Islam Salahuddin al-Ayyubi Bahasa Arab صلاح الدين الأيوبي / Ṣalāḥ al-Dīn al-Ayyubīy , bahasa Kurdi سه‌لاحه ‌دينێ ئه ‌يووبى / Silhedînê Eyûbî, Bahasa Parsi صلاح الدین ایوبی‎, Bahasa Turki Selahaddin Eyyubi atau nama sebenarnya Yusuf bin Ayyub 1137 -1193 mengasaskan dinasti Ayyubi bangsa Kurdi di Mesir dan Syria. Di Barat beliau dikenali sebagai Saladin. Beliau juga terkenal dalam kalangan Nasrani dan Muslim dengan kebolehannya sebagai ketua dan ketangkasannya dalam peperangan yang disertai juga dengan sifat kesateriaan dan belas kasihannya semasa Perang Salib. Kebangkitan [sunting sunting sumber] Menentang tentera Salib [sunting sunting sumber] Pengiktrafan [sunting sunting sumber] Makam [sunting sunting sumber] Salahuddin dalam media [sunting sunting sumber] Lihat juga [sunting sunting sumber] Rujukan [sunting sunting sumber] Pautan luar [sunting sunting sumber] Kiprah Politik Salahuddin Al Ayyubi Bersama Pamannya Berawal Pada Bidang Kebangkitan [sunting sunting sumber] Beliau dilahirkan di dalam sebuah keluarga Kurdi di Tikrit dan dihantar ke Damsyik untuk menghabiskan pelajarannya. Ayahnya, Najm ad-Din Ayyub, ialah gabenor wilayah Baalbek. Selama 10 tahun beliau tinggal di Damsyik di kawasan istana milik Nur ad-Din iaitu anak kepada Sultan Imaduddin Zangi iaitu pemerintah Kerajaan Dinasti Zangi Salahuddin menerima latihan ketenteraan daripada bapa saudaranya, Shirkuh yang juga ketika itu merupakan panglima kepada Nur al-Din dan sering mewakili Nur al-Din dalam kempennya menentang Kerajaan Fatimiyyah di Mesir sekitar tahun 1160. Salahuddin kemudiannya mewarisi tugas menentang Kerajaan Fatimiyyah akhirnya tumpas daripada bapa saudaranya dan dilantik menjadi panglima pada tahun 1169. Di sana, dia mengambil alih tugas sukar mempertahankan Mesir daripada diserang tentera Salib dibawah Kerajaan Latin Baitulmuqaddis pimpinan Almaric I. Kemampuan Salahuddin diragui pada peringkat awal perlantikkannya sebagai panglima. Tiada sesiapa yang menyangka beliau dapat bertahan lama ekoran terdapat banyak perubahan dalam kerajaan dalam tahun sebelumnya seperti perebutan kuasa oleh gabenor-gabenor yang sedia ada dalam mendapat perhatian khalifah. Sebagai seorang ketua tentera asing dari Syria, Salahuddin tiada kuasa ke atas askar-askar Mesir yang terdiri daripada golongan Syiah yang ketika itu dipimpin oleh Khalifah Al-Adid. Apabila khalifah itu meninggal dunia pada bulan September 1171, Salahuddin mengarahkan para imam mengumumkan nama Khalifah Al-Mustadi Khalifah Abbasiyyah di Baghdad semasa solat Jumaat. Sekarang, walaupun Salahuddin yang memerintah Mesir tetapi hanya sebagai wakil Nur ad-Din. Selepas dilantik menjadi pemimpin Mesir, Salahuddin melakukan perubahan terhadap ekonomi Mesir, menyusun semula angkatan tentera, dan menuruti nasihat ayahnya supaya mengelak daripada sebarang konflik dengan Nur ad-Din. Beliau menunggu sehingga Nur ad-Din meninggal dunia sebelum memulakan beberapa siri kempen ketenteraan. Pada awalnya terhadap beberapa kerajaan-kerajaan Muslim yang kecil kemudian ke atas tentera Salib. Dengan kewafatan Nur ad-Din pada tahun 1174, beliau menjadi Sultan Mesir. Beliau kemudian mengisytiharkan kemerdekaan daripada kerajaan Seljuk dan mengasaskan Kerajaan Ayubbiyyah. Beliau turut mengembalikan ajaran Sunnah Waljamaah di Mesir. Menentang tentera Salib [sunting sunting sumber] “Raja Mesir, Salahuddin Al-Ayubbi” daripada sebuah manuskrip kurun ke-15; simbol “globus” di tangan kirinya ialah simbol Eropah tentang kekuasaan. Dalam dua peristiwa berbeza iaitu pada tahun 1171 dan 1173, Salahuddin berundur setelah satu siri serangan oleh tentera Salib. Salahuddin berharap bahawa kerajaan Salib ini tidak diganggu selagi beliau tidak menguasai Syria. Nur ad-Din dan Salahuddin hampir-hampir berperang akibat daripada peristiwa tetapi dengan wafatnya Nur ad-Din pada 1174, perang ini dapat dielakkan. Waris Nur ad-Din iaitu as-Salih Ismail al-Malik hanya seorang kanak-kanak ketika dilantik bagi menggantikan ayahnya. Walau bagaimanapun dia meninggal dunia pada tahun 1181. Sejurus selepas Nur ad-Din meninggal dunia, Salahuddin berarak ke Damsyik, dan setibanya beliau di sana, dia diberi sambutan sambutan yang meriah. Dia mengukuhkan kedudukannya dengan mengahwini balu Nur ad-Din. Walaupun Salahuddin tidak memerintah Aleppo dan Mosul dua bandar yang pernah dikuasai Nur ad-Din, beliau dapat menggunakan pengaruhnya dan menguasai kedua bandar itu pada tahun 1176 Aleppo dan 1186 Mosul. Sementara Salahuddin Al-Ayubbi menumpukan perhatiannya ke atas wilayah-wilayah di Syria, negeri-negeri Salib dibiarkan bebas, walaupun begitu beliau sering mencatatkan kemenangan ke atas tentera Salib di mana saja kedua-dua belah pihak bertempur. Beliau bagaimanapun tumpas dalam Pertempuran Montgisard yang berlaku pada 25 November, 1177. Dia ditewaskan oleh gabungan tentera Baldwin IV dari Baitulmuqaddis, Raynald dari Chatillon dan Kesatria Templar. Keamanan di antara Salahuddin dan negeri-negeri Salib tercapai pada 1178. Salahuddin meneruskan serangannya pada 1179 selepas daripada kekalahannya dalam Perang Montsigard, dan dalam serangannya ke atas sebuah kubu kuat tentera Salib beliau berjaya menumpaskan tentera Salib. Walau bagaimanapun, tentera Salib terus menyerang orang-orang Muslim. Raynald dari Chatillon mengganggu laluan perdagangan dan haji orang Islam dengan kapal-kapal laut di Laut Merah. Raynald juga mengancam menyerang kota suci Islam yakni Kota Mekah dan Madinah menjadikannya orang paling dibenci dalam dunia Islam. Sebagai tindak balas, Salahuddin Al-Ayubbi menyerang Kerak, sebuah kubu Raynald pada tahun 1183 dan 1184. Raynald kemudian menyerang dan membunuh kabilah yang dalam perjalanan untuk menunaikan haji pada tahun 1185. Dalam bulan Julai tahun 1187, Salahuddin menyerang negeri-negeri Salib. Pada 4 Julai 1187, beliau bertempur dalam Pertempuran Hattin menentang gabungan kuasa Guy dari Lusignan sebutan gi bukan guy, raja negeri-negeri Salib, dan Raymond III dari Tripoli. Tentera Salib yang letih dan dahagakan air mudah ditumpaskan oleh tentera Salahuddin. Kekalahan tentera Salib ini memberi tamparan yang besar buat mereka dan menjadi satu titik perubahan dalam sejarah Perang Salib. Salahuddin berjaya menangkap Raynald dan beliau sendiri memancung kepala Raynald akibat kesalahannya. Raja Guy juga berjaya ditangkap tetapi beliau tidak dipancung. Timur Tengah, c. 1190. Empayar Salahuddin Al-Ayubbi dan wilayah kuasaannya ditunjukkan dalam waarna merah; wilayah yang berjaya ditawan daripada tentera Salib dalam warna merah jambu. Warna hijau muda menandakan wilayah yang masih dikuasai tentera Salib. Selepas tamatnya Perang Hattin, Salahuddin berjaya merampas kembali hampir keseluruhan kota-kota yang dikuasai tentera Salib. Beliau berjaya menawan semula Baitulmuqaddis Jerusalem pada 2 Oktober tahun 1187 selepas hampir 88 tahun kota itu dikuasai tentera Salib lihat Kepungan Baitulmuqaddis. Kecuali bandar Tyre tidak ditawan Salahuddin. Salahuddin membenarkan tentera dan masyarakat Kristian pergi ke sana. Kota itu sekarang diperintah oleh Conrad dari Montferrat. Dia mengukuhkan pertahanan Tyre dan berjaya menahan dua kepungan yang dilakukan oleh Salahuddin. Pada tahun 1188, Salahuddin membebaskan Guy dari Lusignan dan menghantar beliau kembali kepada isterinya iaitu Sibylla dari Baitulmuqaddis. Perang Hattin dan kejayaan tentera Islam menawan semula Baitulmuqaddis mengakibatkan terjadinya Perang Salib Ketiga yang dibiayai di England melalui cukai khas yang dikenali sebagai “Cukai Salahuddin”. Tentera Salib ini berjaya menawan semula Acre, dan tentera Salahuddin bertempur dengan tentera Raja Richard I dari England Richard Si Hati Singa dalam Pertempuran Arsuf pada 7 September 1191. Kedua-dua belah pemimpin baik Salahuddin mahupun Richard amat menghormati antara satu sama lain. Mereka juga pernah bercadang untuk berdamai dengan mengahwinkan adik perempuan Richard, Joan dari England kepada adik lelaki Salahuddin, Al-Adil, dengan kota Baitulmuqaddis menjadi hantarannya. Rundingan ini gagal ekoran kebimbangan berhubung hal-hal agama di kedua-dua belah pihak. Kedua-dua pemimpin mencapai persetujuan dalam Perjanjian Ramla pada tahun 1192 yang mana kota Baitulmuqaddis akan terus berada dalam tangan orang Islam tetapi dibuka kepada penganut-penganut Kristian. Perjanjian itu menjadikan negeri-negeri salib hanyalah gugusan kecil di sepanjang pesisir pantai Tyre hingga ke Jaffa. Salahuddin Al-Ayubbi wafat pada 4 Mac 1193 di Kota Damsyik tidak lama selepas pemergian Raja Richard. Apabila mereka membuka peti simpanan Salahuddin untuk membiayai upacara pengebumiannya, mereka mendapati ia tidak cukup diriwayatkan Salahuddin hanya meninggalkan sekeping wang emas dan empat wang perak semasa kematiannya. Ada juga riwayat yang menyebut wang itu henyalah wang 5 Dinar . Salahuddin telah memberikan hampir kesemua hartanya kepada rakyat-rakyatnya yang miskin. Makamnya yang terletak di Masjid Ummaiyyah merupakan tumpuan tarikan pelancong yang terkenal. Makamnya adalah antara makam yang sering dikunjungi umat Islam di seluruh dunia. Pengiktrafan [sunting sunting sumber] Saladin, daripada codex Arab abad ke-12. Sungguhpun menerima tentangan hebat dari masyarakat Kristian Eropah, Salahuddin mendapat reputasi besar di Eropah sebagai seorang kesatria yang berjaya, sehinggakan wujudnya pada abad ke-14 sastera epik mengenai kejayaannya, dan Dante meletakkannya di kalangan roh baik dalam Limbo. Salahuddin muncul sebagai sebuah watak dalam karya tulisan Sir Walter Scott iaitu The Talisman 1825. Walaupun disebalik peristiwa penyembelihan orang-orang Islam termasuklah wanita dan kanak-kanak semasa tentera Salib menawan Baitulmuqaddis pada tahun 1099, Salahuddin memberi jaminan keselamatan perjalanan dan nyawa kepada semua masyarakat Kristian Katolik dan juga kepada tentera salib Kristian yang kalah masyarakat Greek Ortodoks dilayan dengan lebih baik kerana mereka menentang tentera Salib. Satu pandangan menarik tentang Salah al-Din dan dunia yang didiaminya dapat dibaca dalam novel Buku Salahuddin Al-Ayubbi London Verso, 1998 karya Tariq Ali. Walaupun berbeza kepercayaan, Salahuddin Al-Ayubbi amat dihormati di kalangan para bangsawan Kristian terutamanya Raja Richard. Raja Richard pernah memuji Salahuddin sebagai seorang putera agung dan merupakan pemimpin paling hebat dalam dunia Islam. Salahuddin juga memuji Richard dengan berkata bahawa beliau lebih rela Baitulmuqaddis jatuh ke tangan Richard daripada jatuh ke tangan orang lain. Selepas perjanjian damai ditandatangani, Richard dan Salahuddin bertukar-tukar hadiah di antara satu sama lain sebagai lambang kehormatan. Walau bagaimanapun kedua-dua pemimpin ini tidak pernah bersua muka. Makam [sunting sunting sumber] Makam Salahuddin Al-Ayubbi berdekatan dengan Masjid Ummaiyyah, Damsyik, Syria. Salahuddin Al-Ayubbi telah dikebumikan di sebuah makam yang terletak di taman sebelah luar Masjid Ummaiyyah di Damsyik, Syria. Maharaja Wilhelm II dari Jerman mendermakan batu marmar baru kepada makam tersebut. Jenazah Salahuddin bagaimanapun tidak ditempatkan di situ. Sebaliknya makam itu mempunyai dua kubur iaitu satu kubur kosong diperbuat daripada marmar dan satu kubur mengandungi jenazah Salahuddin yang diperbuat daripada kayu. Salahuddin dalam media [sunting sunting sumber] Saladin ialah nama siri animasi 3D di Malaysia yang dilancarkan pada tahun 2006. Ia berkisar mengenai sejarah hidup Salahuddin. Salahuddin juga adalah antara watak utama di dalam filem Kingdom of Heaven 2005 dan Ghassan Mahmoud memegang watak sebagai beliau. Lihat juga [sunting sunting sumber] Sejarah masyarakat Arab di Mesir Rujukan [sunting sunting sumber] Baha ad-Din, Sejarah Salahuddin Al-Ayubbi yang Hebat dan Gemilang, ed. D. S. Richards, Ashgate, 2002. Imad ad-Din al-Isfahani, Conquête de la Syrie et de la Palestine par Salâh ed-dîn, ed. Carlo Landberg, Brill, 1888. Stanley Lane-Poole, Salahuddin Al-Ayubbi dan Kejatuhan Kerajaan Salib, Putnam, 1898. H. A. R. Gibb, Riwayat Hidup Salahuddin Al-Ayubbi Hasil kerja Imad ad-Din dan Baha ad-Din. Clarendon Press, 1973. M. C. Lyons and D. E. P. Jackson, Salahuddin Politik Perang Suci, Cambridge University Press, 1982. Alan K. Bowman, Mesir selepas Firaun, 1986. Pautan luar [sunting sunting sumber] Melayu Shalahuddin Al Ayyubi, Pahlawan Islam dari Seratus Medan Pertempuran 1137 – 1193 M